Akhlak Mulia dalam Kehidupan

A.      Akhlak mulia dan akhlak tercela
Akhlak adalah kriteria - kriteria perbuatan manusia baik yang bersifat batin maupun yang bersifat lahir. Dalam perwujudannnya baik yang batin maupun yang  lahir ada yang mulia dan ada yang tercela.
Akhlak batin merupakan akhlak dasar atu sendi bagi akhlak lahir.
Sendi – sendi akhlak yang baik:
1.       Kekuatan ilmu yang berwujud hikmah.
2.       Kekuatan amarah yang wujudnya adalah berani.
3.       Kekuatan nafsu syahwat (keinginan) yang wujudnya adalah iffah.
4.       Kekuatan keseimbangan di antara tiga di atas.
Sendi – sendi akhlak yang tercela:
1.       Keji, pintar busuk, bodoh.
2.       Berani tapi sembrono, penakut, dan lemah.
3.       Rakus dan statis.
4.       Aniaya.
B.      ­­­Akhlak Mulia dalam Kehidupan
Akhlak ini meliputi akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap diri sendiri, akhlak terhadap orang tua dan keluaga, akhlak terhadap orang lain atau masyarakat, dan Akhlak terhadap alam.
1.       Akhlak kepada Allah
1)      Menauhidkan
Menauhidkan artinya mengesakan bahwa Allah adalah pencipta; bahwa Allah yang wajib disembah oleh kita bahwa Allah yang memiliki sifat sempurna dan jauh dari sifat kurang.
2)      Beribadah
Karena Allah pencipta maka kita harus beribadah hanya kepadannya.
3)      Bersyukur
Bersyukur adalah berterima kasih kepada Allah atas karunia dan nikmat yang telah di berikan.
4)      Taqwa
Taqwa adalah melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
5)      Berdoa
Berdoa adalah memohon kebaikan kepada Allah dalam segala hal untuk kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.
6)      Berdzikir
Berdzikir artinya mengingat Allah, perwujudannya dengan membaca tahlil, yahmid, tasbih, istigfar.
7)      Tawakal
Tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah atas ketentuan-Nya sambil berusaha.
8)      Mahabbah ( cinta)
Mahabbah artinya  sikap merasa dekat dan ingat terus kepada Allah yag diwujudkan dengan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi Larangan-Nya.
2.       Akhlak kepada Diri Sendiri
1)      Kreatif dan Dinamis
Kreatif adalah adalah sikap kita yang selalu ingin menciptakan sesuatu untuk kebaikan hidup kita. dan Dinamis adalah sikap mental kita yang ingin selalu maju dan berubah dari satu kondisi yang lebih baik.
2)      Sabar
Sabar adalah sikap mental untuk menerima dan menjalani dengan lapang dada ketika mendapatkan cobaan dan penderitaan.
3)      Tawadu
Tawadu artinya rendah hati dan tidak sombong.
4)      Benar
Artinya melakuakan hal hal yang benar menurut Allah.
5)      Iffah
Iffah adalah menjaga diri dari perbuatan yang di larang oleh Allah.
6)      Amanah / Jujur
Menjadi manuia harus jujur dalam kelakuan, jika benar maka harus di benarkan dan jika salah maka disalahkan. Dan bisa di percaya.
3.       Akhlak kepada Ibu, Bapak dan Keluarga
1)      Berbakti kepada kedua orang tua
Sebagai manusia tentulah kita harus berbakti kepada orang tua, karena Allah memerintahkannya, dan orang tua lah yang telah melahirkan kita dan merawat kita.
2)      Mendoakan orang tua
Kita harus berbuat baik kepada orang tua karena Allah memerintahkan kepada kita untuk berbuat kepada orang tua untuk sebaik-baiknya seperti firmannay pada QS. Al-Israa’ 17:23-24.
3)      Adil terhadap saudara
Lihat firman Allah QS. An-Nahl/ 16:90
4)       Membina dan mendidik keluarga
Allah memrintahkan kita untuk memelihara diri kita dan keluaga kita dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Lihat QS A-Tamrin 6
5)      Memelihara keturunan
Lihat QS. An-Nahl/ 16:58-59
4.       Akhlak terhadap Orang / Masyarakat
1)      Membangun sikap ukhuwah atau persaudaraan.
2)      Melakukan silaturrohim
3)      Ta’awun ialah saling tolong menolong dalam hal kebajikan
4)      Bersikap adil
5)      Bersikap pemaaf dan penyayang
6)      Bersikap dermawan
7)      Manahan marah dan berkata yang baik ( lemah lembut )
8)      Sikap musawah alam arti persamaan dalam hidup bermasyarakat maupun persamaan dalam hukum. Berkenaan dengan persamaan dalam arti luas.
9)      Tasamuh
10)   Bermusyawarah
11)   Menjalin perdamaian
5.       Akhlak kepada Alam
1)      Memperhatikan dan merenungkan penciptaan alam
“ sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda tanda bagi orang orang yang berakal.” (QS. Ali Imran/3: 190)
2)      Memanfaatkan Alam
“katakanlah “ perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rosul-Rosul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (QS. Yunus/10:101)


Comments